KPI - Key Performance Indicator

KPI - Key Performance Indicator

KPI - Key Performance Indicators (Indikator Kinerja Utama)

KPI adalah indikator-indikator krusial yang mengukur kemajuan menuju hasil yang diinginkan. Mereka berperan penting dalam mengukur performa organisasi dan membantu dalam pengambilan keputusan.


Biasanya, KPI:


Berfokus pada perbaikan strategis.

Menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.

KPI memiliki beberapa komponen:


Target: Metric yang ingin dicapai. Ini adalah tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu.

Lagging Indicators: Metric atau kondisi saat ini yang mengukur sejauh mana tujuan telah tercapai.

Leading Indicators: Metric yang harus dicapai dalam periode tertentu untuk mencapai target di masa depan.

Contoh Kasus:


Tujuan: Mencapai berat badan ideal.

Target: Berat badan yang ingin dicapai di masa yang akan datang.

Lagging Indicators: Berat badan saat ini.

Leading Indicators: Asupan kalori per hari.

Perbandingan antara KPI dan Metrics:


KPI: Digunakan untuk memonitor tujuan kunci perusahaan pada periode tertentu. Bersifat strategis dan mengikat seluruh organisasi.

Metrics: Digunakan untuk memonitor aktivitas bisnis secara umum. Bersifat operasional dan spesifik terkait dengan departemen tertentu.

Beberapa KPI yang umum digunakan di berbagai departemen adalah sebagai berikut:


Customer Service:


Rata-rata waktu respon: Berapa lama waktu yang diperlukan agar konsumen mendapat respon dari customer service.

Top support agents: Identifikasi agen mana yang paling rajin merespons konsumen.

Customer retention: Mempertahankan jumlah pelanggan.

Finance:


Margin laba kotor: Mengukur efisiensi operasional.

Modal kerja: Menilai kesehatan keuangan perusahaan.

Varian anggaran: Memantau perbedaan antara anggaran dan hasil aktual.

HR:


Jam lembur: Mengukur pengeluaran perusahaan untuk lembur.

Biaya pelatihan: Menghitung investasi dalam pengembangan karyawan.

Kepuasan talenta: Mengevaluasi tingkat kepuasan karyawan.

IT:


Total tiket: Memantau jumlah permintaan dukungan yang diterima oleh departemen IT.

Proyek yang selesai sesuai anggaran: Mengukur efisiensi pengelolaan proyek.

Downtime server: Mengukur ketersediaan layanan IT.

Marketing:


Biaya per pelanggan potensial: Menghitung biaya perolehan pelanggan.

Tingkat konversi halaman arahan: Mengukur efektivitas halaman arahan.

Tingkat keterlibatan: Memantau interaksi pelanggan dengan kampanye pemasaran.

Penjualan:


Target penjualan: Memantau pencapaian target penjualan.

Rasio peluang-ke-menang: Mengevaluasi probabilitas keberhasilan penawaran.

Tingkat penjualan tambahan dan penjualan silang.

Pemantauan KPI dilakukan dengan menggunakan dashboard yang membantu bisnis eksekutif dalam mengambil keputusan, dengan melibatkan aspek seperti laba bersih, kepuasan pelanggan, dan konsumsi energi. Data talenta digunakan untuk membangun dashboard ini sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Business Metrics

Business Metrics

Business Metrics

Outline

- Metrics

- Key Performance Indicators (KPI)

- Objective Key Results (OKR)


Quotes

Analytics is about tracking the metrics that are critical to your business.


Metrics

Nilai yang digunakan untuk mengukur, memonitor, dan menilai suatu proses bisnis.

Mengkomunikasikan progress pencapaian jangka pendek maupun jangka panjang.

Setiap lini bisnis memiliki metrics yang berbeda-beda.


Manfaat menggunakan metrics

- Digunakan untuk lebih memahami bisnis dan konsumen.

- Mengidentifikasi apa saja hal yang penting yang perlu diperhatikan.

- Meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya.

- Memudahkan komunikasi dengan tim eksekutif.

- Memudahkan pengembangan produk.


Business metrics example: Pirate Metrics

Acquisition

Konsumen Potensial (Lead) yang terjaring, misalnya melalui iklan atau kampanye pemasaran. Setelah itu, proses selanjutnya.


Activation

Lead yang mulai menjadi konsumen aktif yang menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.


Retention

Konsumen yang kembali menggunakan produk atau jasa dari waktu ke waktu.


Revenue

Pendapatan yang dihasilkan dari konsumen.


Referral

Konsumen baru yang didatangkan oleh konsumen lama.


Mengapa disebut pirate metrics?

Karena terdiri dari AARRR, seperti suara yang biasa dikeluarkan oleh bajak laut.


Case: E-Commerce

Acquisition

- Visitor Per Channel

Datang dari channel mana, seperti media sosial atau apa, juga mengukur keefektifan dari kampanye pemasaran.

- Cost of Customer Acquisition

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk menjaring potensial konsumen tersebut.

- Conversion Rate

Berapa orang yang datang lalu menjadi pelanggan.


Activation

- Visitor to Sign-up Rate

Berapa orang yang tertarik mendaftar.

- New Subscribers

- Average Time on Page


Retention

- Retention Rate

Menghitung berapa orang yang belanja bulan ini dan bulan depan tetap berbelanja.

- Churn Rate (kebalikan dari retention)

Berapa orang yang belanja bulan ini tetapi bulan depan tidak berbelanja lagi.

- Customer Lifetime Value

Berapa nilai yang dihasilkan dari konsumen selama dia menjadi konsumen.


Revenue

- Revenue per Customer

Berapa pendapatan yang dihasilkan per pelanggan.

- Average Order Value

Sekali berbelanja, berapa yang dihabiskan oleh seseorang.

- Revenue by Channel

Pendapatan per channel.


Referral

- Net Promoter Score

Contoh: dari 0 sampai 10, berapa keinginan Anda untuk merekomendasikan tempat atau produk kami?

- Referral Rate

Berapa orang yang diajak oleh satu orang.

- Positive Reviews

Berapa atau bagaimana ulasan positif yang dibuat oleh seseorang.

Pretest: Business Metrics

Pretest: Business Metrics

Pretest Business Metrics

Berikut ini merupakan manfaat menggunakan metrics, kecuali...

A. Digunakan untuk lebih memahami bisnis dan konsumen

B. Mengidentifikasi apa saja hal penting yang perlu diperhatikan

C. Meningkatkan efektifitas penggunaan Resources

D. Mempersulit pengembangan produk


Dibawah ini yang bukan merupakan tahapan business metrics, yaitu...

A Acquisition

B. retention

C. Request

D. Referral


Metric yang harus dicapai pada periode tertentu sampai mencapai target disebut...

A. Lagging Indicators

B. Leading Indicators

C. Target

D. Case


Dibawah ini yang merupakan sifat dari metrics yaitu...

A. Memonitor tujuan kunci perusahaan pada periode tertentu

B. Bersifat strategic

C. Mengikat seluruh organisasi

D. Bersifat operasional 


Turunan dari tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Berisi business metrics yang harus dicapai...

A. Objectives

B. Key Result

C. Referral

D. Retention


Skor yang saya dapatkan: 20/100 ANJIR WKWKAKAWKAWKAW

Sample, Population, Descriptive Analysis

Sample, Population, Descriptive Analysis

Sample, Population, Descriptive Analysis

populasi

merupakan kelompok keseluruhan dari hal yang diamati, sedangkan sampel adalah sebagian kecl dari populasi yang dapat menggambarkan karekteristik dari populasi, bisa jadi populasi adlaah jumlah pennduduk satu daerah, atau orang orang yang memilliki kendaraa, bermotor, populasi itu juga sesuai dengan definiisi yang inin kita observasi, sample sendiri merupakan bagian dari populasi.

dalam mengolah data kita serinngkali kita  perlu mengambil kesimpulan dari data yang besar, akan tetapi dengan sampel kita dapat menggunakan nya untuk mengambil kesimpulan dari data yang lebih kecil dan mendapatkan karakteristik yang hampir sama dengan populasi.


Secaea umum, metode sampling dilakukan secara random dari populasi, adapun cara ampling adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Populasi

2. Mencari data akurat unit populasi

3. Memilih sampel yang representative

4. Menentukan jumlah sampel yang memadai


Misal kita ingin menghitung berapa waktu yang dinutuhkan jakarta kebandung melalui tol, itu salah satu cara menentukan sampel, orang orang bisa menggunakan kereta motor dll tapi kita mengambil sampel dengan salah satu cara yaitu lewat tol atau mobil. kita juga harus menggunakan sampel uyang secara umum dapat menggambarkan karakteristik dari keseluruhan populasi


Kita juga harus menentukan dengan jelas unit poppulasi yang akan kita gunakan,apakah jumlah orang atau waktu yang ditempuh, ukuran yang akankita gunakan untuk analisis di data berikutnya


Ada pula rumus untuk menghitung bagaimana cara kita menentukan jumlah sampel yang sesuai dengan jumlah populasi, sesuai dengan dsitrbiusi dan variabelnya, ini akan dijelaskan di lwain waktu.


Deskriptif Analisis

Merupakan suatu metode statistik untuk menggambarkan  titik tengah dari distribusi tersebut. Pada Analisis deskriptif kita mencoba menemukan fakta-fakta  dan nilai nilai umum yang terdapat pada kumpulan data tanpa melakukan perubahan. 


Deskriptif analisis dugnakan untuk

1. Mengukur Frekuensi (Mengukur seberapa sering keumnculan kejadian):

a. Jumlah, Persentase, Frekuensi

2. Mengukur titik tengah (Memilih nilai tengah sebagai repsresentasif dari distribusi):

a. Rata rata (Ditrbiusi normal) Nilai tengah (distribusi skewed) modus (kualitatif)

3. Mengukur deviasi dan variansi (Mengukur sebaran data)

a. Range (nilai maksimum-nilaiminimum), Variansi (seberapa banyak variansi dalam data), Standar deviasi (seberapa jauh data distribusi dari nilai tengah data) 

4. Menentukan posisi data

a. Menentukan persentil dan kuartil data


Pretest: Statistics

Pretest: Statistics

Pretest Materi Statistics

Suatu metode untuk mengolah data dengan cara merencanakan, mengumpulkan, menganalsis lalu menyimpulkan data disebut..
A. Data
B. Statistik
C. Fisika
D. Pengolahan

Berikut yang merupakan contoh variabel dalam statistik yaitu
A. Harga barang
B. Berat
C. Usia
D. Alamat Rumah

Variabel yang nilainya dapat diukur dan dihitung seperti jarak, harga barang disebut
A. Kuantitatif
B. Kualitatif
C. Nominatif
D. Ordinal

Variabel yang nilainya tidak dapat dihitung. Contohnya seperti selera makan seseorang disebut variabel
A. Kuantitatif
B. Diskrit
C. Kualitatif
D. Kontinu

Berikut ini yang bukan merupakan langkah sampling adalah
A. Mencari data akurat unit populasi
B. Melakukan iklan
C. Memilih sample yang representative
D. Menentukan jumlah Sampel yang memadai

My point: 80/100
Central Tendency, Deviation Standard & Variance

Central Tendency, Deviation Standard & Variance

Central Tendency (Tendensi Pusat), Deviation Standard (Deviasi Standar), dan Variance (Variansi) adalah konsep statistik yang digunakan untuk menganalisis data dan mengukur seberapa terpusat atau tersebar data tersebut. Berikut penjelasan lebih rinci beserta contoh perhitungannya:

**Central Tendency (Tendensi Pusat)**


Tendensi Pusat adalah cara untuk menggambarkan nilai tengah atau pusat dari suatu distribusi data. Terdapat beberapa ukuran tendensi pusat yang umum digunakan:


1. **Rata-Rata (Mean):** Rata-rata diperoleh dengan menjumlahkan semua nilai dalam data dan membaginya dengan jumlah total nilai dalam data tersebut. Rumusnya adalah:


   Rata-Rata (Mean) = Jumlah Semua Nilai / Jumlah Data (N)


   Contoh: Jika kita memiliki data 7, 6, 4, 5, 5, 4, 4, 6, 4, 5, 4, 5, 7, 6, maka rata-ratanya adalah (7 + 6 + 4 + 5 + 5 + 4 + 4 + 6 + 4 + 5 + 4 + 5 + 7 + 6) / 14 = 5,14.


2. **Median:** Median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan. Jika jumlah data ganjil, median adalah nilai yang berada tepat di tengah. Jika jumlah data genap, median adalah rata-rata dari dua nilai tengah. Rumusnya dapat dinyatakan sebagai (N / 2).


   Contoh: Dalam data 4, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 6, 6, 6, 7, 7 (dengan 14 data), median adalah (5 + 5) / 2 = 5.


3. **Modus:** Modus adalah nilai yang paling sering muncul dalam data.


**Standar Deviasi dan Variansi**


Standar Deviasi dan Variansi digunakan untuk mengukur sejauh apa data dari nilai tengah:


1. **Deviasi:** Deviasi adalah jarak antara setiap nilai data dengan nilai rata-rata. Untuk menghitung deviasi suatu nilai (Xi) dari nilai rata-rata (X), gunakan rumus berikut:


   Deviasi (Xi - X)


2. **Variansi:** Variansi adalah rata-rata dari kuadrat deviasi setiap nilai data. Rumusnya adalah:


   Variansi (S^2) = Σ (Xi - X)^2 / N


   di mana S^2 adalah variansi, Xi adalah nilai data ke-i, X adalah rata-rata, dan N adalah jumlah data.


3. **Standar Deviasi:** Standar Deviasi adalah akar kuadrat dari variansi dan digunakan untuk mendapatkan gambaran sejauh apa data dari nilai tengah. Rumusnya adalah:


   Standar Deviasi (S) = √(Σ (Xi - X)^2 / N)


Dalam contoh data 7, 6, 4, 5, 5, 4, 4, 6, 4, 5, 4, 5, 7, 6, hasil perhitungan adalah:


- Variansi ≈ 1,208791


- Standar Deviasi ≈ 1,09945


Standar deviasi yang rendah (1,09945) menunjukkan bahwa sebagian besar nilai dalam data tersebut berada dalam jarak sekitar 1,09945 dari nilai rata-rata (5,14). Ini menunjukkan tingkat konsistensi dan penyebaran data yang relatif kecil, artinya data-data tersebut cenderung berdekatan dengan nilai rata-ratanya. Namun, interpretasi standar deviasi harus selalu memperhatikan konteks dan tujuan analisis.

Statistics in Data Analysis

Statistics in Data Analysis

Statistik - Analisis Data

Poin Pembelajaran

1. Pengenalan Statistik & Variabel

2. Sampel, Populasi & Analisis Deskriptif

3. Tendensi Sentral, Deviasi Standar & Varians


Pembahasan mengenai statistik akan membahas statistik secara umum dan variasi variabel yang relevan. Di sini, kita akan belajar tentang statistik secara menyeluruh.


Poin kedua adalah mengenai sampel, populasi, dan analisis deskriptif. Di sini, kita akan mempelajari sampel, populasi, serta analisis deskriptif secara umum.


Poin ketiga mencakup tendensi sentral, deviasi standar, dan varians. Di sini, kita akan memahami titik tengah dari data atau distribusi, serta atribut-atribut yang terkait dengan distribusi tersebut.


Untuk poin pertama, kita akan membahas pengenalan statistik dan variabel. Statistik merupakan metode untuk mengolah data dengan merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data. Merencanakan pengolahan data ini sangat penting, karena data mentah harus diolah dengan baik untuk menghasilkan hasil yang akurat. Setelah data dikumpulkan, kita akan menganalisisnya dengan berbagai metode untuk mengambil kesimpulan dari data tersebut.


Tujuan dari statistik adalah untuk dapat mengambil keputusan yang berdasarkan mayoritas data yang ada. Keputusan statistik harus mencerminkan data yang telah dikumpulkan.


Variabel dalam statistik adalah karakteristik dari data yang sedang diamati, yang dapat memiliki lebih dari satu kumpulan nilai yang dapat diukur secara numerik atau diberikan atribut untuk klasifikasi. Contoh-contoh variabel meliputi harga barang, usia, berat, dan sebagainya. Jenis variabel ini sangat mempengaruhi metode analisis yang dapat digunakan, seperti penghitungan mean, median, dan modus.


Secara umum, variabel dalam statistik dapat dibagi menjadi dua jenis:

1. Variabel Kualitatif

   - Variabel Nominal: Variabel yang tidak dapat diurutkan, seperti warna dan selera makan.

   - Variabel Ordinal: Variabel yang dapat diurutkan, seperti medali emas, perak, dan perunggu, atau kelas tiket konser.


2. Variabel Kuantitatif

   - Variabel Diskrit: Nilai dari variabel dapat dipecah dan dikelompokkan, biasanya tidak memiliki desimal, contohnya adalah jumlah motor atau jumlah anak.

   - Variabel Kontinu: Nilai dari variabel tidak terbatas dan dapat memiliki desimal, seperti harga barang atau panjang suatu tongkat.


Variabel kuantitatif kontinu memiliki nilai yang sangat banyak sehingga tidak dapat dikelompokkan. Contoh harga barang mencakup angka-angka dengan desimal seperti 10,050 atau 10,002, yang menunjukkan kecanggihan variabel kontinu.